http://www.ngelmu.id/biografi-ws-rendra

 

Puisi Rakhmat Margajaya

untuk mengenang wafatnya “si burung merak”

 

Si Burung Merak kalah telak

Tak mampu mengelak takdir yang mendesak

Ribuan tangis isak

Ribuan anak Adam berdesak-desak

Mengiringi kepergian seniman yang bijak

W. S. Rendra, begitu dikenang namamu

Hingga aku malu karena dulu kena semprot bu guru

Hanya karena aku tak mengenalmu

Siapakah aku?

Tentu engkau tak tahu–hingga tiba ajalmu engkau tak tahu: dan memang tak perlu tahu

Hanya aku dan Tuhan yang tahu

Ada seseorang yang tak pernah kau kenal telah menuliskan dua puisi untukmu

Si Burung Merak kalah telak

Tak mampu mengelak takdir yang mendesak

Kan kukisahkan hal ini pada anak-anak

Namun bukan supaya mereka tak kena semprot bu guru

Sambil bisa mengenangmu, mereka mengenal AKU

Supaya kelak mereka pun bijak

Tak sanggup mengelak takdir yang mendesak

Seperti Si Burung Merak