foodista.com

 

Puisi Rakhmat Margajaya

untuk pikiranku yang banyak dalih

 

Hentikan! Mana pedulimu pada lingkungan? Mana keramahanmu pada lingkungan? Hingga kini kau masih buas jika melahap daging sapi. Hingga kini taringmu masih tajam merobek paha ayam kesukaanmu. Bahkan jari-jari tanganmu tetap trampil memilah duri ikan dari dagingnya. Batok kepala ayam kau pecahkan tanpa rasa iba sedikit pun: kau isap otaknya. Dan kau katakan betapa sedapnya otak-otak binatang itu. Kau rakus melampaui seekor tikus. Sebenarnya, aku bertanya padamu, lingkungan apa yang kau maksudkan? Lingkungan mana yang sedang kau perjuangkan? Apa yang kau maksud dengan kepedulian dan keramahan? Kini, bahkan aku tak mau lagi dengar celotehmu tentang kasih dan kemanusiaan hingga kau berhenti makan telor mata sapi.